Articles in Celoteh-celoteh Toelangan
Kata seorang supir taxi, “Hati kita tidak sabar pak. Inginnya semua serba cepat. Itu karena makanan kita dibuat serba cepat. Mie instan. Telor ayam ternak. Daging ayam boiler. Semuanya hasil produksi serba cepat. Makanan kita tidak baik. Itu yang membuat hati kita juga tidak baik. Mudah emosi. Kurang tabah. Kurang sabar.”
Belakangan ini saya punya kebiasaan baru: mengamati wajah orang-orang, terutamanya pria. Jangan terburu curiga dulu. Saya cuma ingin tahu, apakah wajah pria yang rajin facial berbeda dibanding yang tidak. Apa benar melakukan facial secara rutin bisa membuat wajah seseorang jadi lebih kinclong?
Satu hal yang tidak boleh tidak dimiliki oleh seorang pria adalah rayuan maut. Boleh saja seorang pria tidak selalu punya dompet tebal, pekerjaan terjamin, atau rumah dan mobil sepantasnya, namun jangan sampai kehilangan kemampuan untuk …
Di sela-sela obrolan ngalor-ngidul pengisi rehat makan siang, salah seorang teman kantor melemparkan pertanyaan, “Tiba-tiba anak kalian yang masih kuliah minta kawin, padahal pacarnya juga masih kuliah dan belum bekerja. Apa kalian setuju?”
Kami tertawa mendengar …
Awalnya saya risih ketika ada teman meminta saya mengganti status saya. Padahal sejak lebih dari dua puluh tahun lalu status saya tidak berubah, yaitu menikah. Saya pun tak punya niatan untuk mengubahnya. Sekali menikah, tetap …
Di depan saya duduk seorang teman. Mukanya kusut, tidak sedap dipandang. Sedari tadi dia bersungut-sungut melulu. “Saya malas bekerja,” katanya. Ini agak aneh. Setahu saya, dia adalah karyawan yang baik. Sebagai supervisor di perusahaan lumayan …
Bicara tentang kerbau, menurut saya, tidak ada kisah yang lebih indah selain kisah kerbau di cerita Saijah dan Adinda di novel Max Havelaar, karangan Multatuli, yang saya baca semasa SMP dulu. Semua kebaikan dan makna …
Saya belum pernah bertemu Gus Dur. Apalagi bersalaman dan mencium punggung tangannya. Namun anehnya saya mencintai beliau. Saat mendengar kabar Gus Dur wafat, saya berusaha menahan namun diam-diam airmata saya meleleh begitu saja. Tiba-tiba saya merasa sangat kehilangan. Begitu sampai beberapa hari kemudian.





