debu tebu Toelangan

Yes, I agree, it’s not Haiku. But, do you mind if it is Haiku?

Celoteh-celoteh Oom Ale

It’s about life, love and laugh of Oom Ale and family + friends.

Buku

Sometime I only read the back-cover or TOC, and that should be okay.

Musik

Some of the musics I listen. Please do not ask for free mp3.

Celoteh-celoteh Toelangan

A small thought from small place, Toelangan.

Home » Musik

Guns N’ Roses – Chinese Democracy

Submitted by leojuliawan on 28 May 2010 – 12:00 amOne Comment

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 4.5/5 (4 votes cast)

Artis: Guns N’ Roses
Album: Chinese Democracy
Jumlah Lagu: 14
Tahun Rilis: 2008

“Kalau mau, ambil saja,” kata seorang teman saya sambil menyodorkan album gres Guns N’ Roses, Chinese Democracy. “Saya nggak begitu suka, nggak begitu bagus,” lanjutnya. Saya menyambutnya dengan suka cita, dan segera memutarnya dalam cd player kendaraan yang kami tumpangi menuju Bali, di awal Januari 2009. Track pertama dan ke dua saya lalui. Ada begitu banyak perbedaan dibanding album-album tradisional Guns N’ Roses. Ada sampling di sana sini. Ada synthesizer. Ada banyak sound processing. Saya pun bersiap untuk mendengar sesuatu yang betul-betul baru dari Guns N’ Roses. Tentu saja sangat tidak nikmat mendengar album ini dalam compaq set kendaraan keluarga. Saya pun bersabar menunggu sampai berkesempatan melesakkannya di cd player sederhana. Dan… jreeenngg..!!!

Chinese Democracy. Album ini benar-benar tanpa personel ex Appetite For Destruction, kecuali Axl Rose tentu. Yang ada adalah barisan panjang personel pendukung album, termasuk nama-nama yang menjanjikan: Robint Fink ex NIN dan si freaky Buckethead. Maka tak sepatutnya mengharap materi-materi liar ala Appetite For Destruction, namun bolehlah kita menuntut kreativitas baru dari Axl Rose. Itu dibuktikan di nomor pembuka, Chinese Democracy. Track diawali dengan clip-clip yang cukup mencurigakan. Lalu dihentak dengan sub-bass dan riff yang terdengar mewah. Begitu Axl menyemburkan vokalnya, musik bergerak dahsyat. Synthesizer, bass, gitar berkejaran mengerikan. Solo-solo Robint Fink dan Buckethead sungguh menggiurkan. Ini bukan rock n roll untuk anak-anak nakal pelepas gairah pubertas. Ini musik serius! Serius yang bagus.

Shackler’s Revenge. Track yang galak dan kencang. Di awal track tercium aroma Prodigy. Namun itu bukan apa-apa, karena Axl membawakan sebuah rock dahsyat pengguncang stadium. Bagian yang menarik adalah solo gitar dari Ron “Bumblefoot” Thal yang dilatari dengan pesta rimba ala film Matrix 3 yang erotis, disusul teriakan-teriakan berdarah-darah dari Axl Rose.

Better. Intro dan closing track ini kurang begitu menarik. Namun di antaranya ada sebuah komposisi yang stand-out. Ketukannya mid malah danceable, namun dinamikanya, solo-solo gitarnya, bridgingnya, vocal Axl, asesories pulse-pulse electric semuanya mengasyikkan. Solo gitar pertama dari Buckethead menggeram kencang. Disusul raungan Axl garang. Sedangkan solo gitar kedua dari Robin Fink terasa exhaling. Saya trippy. Axl-pun ber-na-na-na-na sedap.

Street Of Dreams. Semacam November Rain yang lebih gemilang dan ambisius. Piano Dizzy Reed itu mengingatkan kita pada Sir Elton John, diberi pernak-pernik accoustic string halus, dibalut rock riff yang cukup santun, lalu synthesizing orchestra yang menjelajahi ruang. Axl menulis lagu ini agak nge-pop namun ia terus-menerus menekan vocalnya ke batas-batas yang drastis. Jadilah ia nomor ballad nan glamour.

If The World.
Komposisi gitar di nomor ini membuat saya terbahak, dalam arti sebuah pujian. Diawali permainan accoustic ala Latin atau Timur Tengah, lalu ada “waw waw waw”, diteruskan riff tebal heavy, dihiasi petikan-petikan industrial, lalu solo Buckethead di electric dan accoustic. Di seksi lain, Chris Pitman menerawangi nomor ini dengan string machine menyayat. Dizzy Reed dibiarkan mengetuk pianonya nakal. Semuanya dibalut dengan beat hip-hop. Edan bukan?!

There Was A Time.
Nomor yang ditulis dan direkam secara gila-gilaan. Catat ini, 6 guitar contributor: Axl, Buckethead, Fink, Thal, Tobias, Fortus. 3 keyboard contributor: Reed, Pitman, Rose. 5 Penata orkestra: Beltrami, Buckmasters, Reed, Rose, Pitman. 2 pemain drum: Brain dan Ferrer plus 5 penata drum: Freese, Costanzo, Brain, Pitman dan Rose. Masih ada 5 digital editor! Hasilnya? Sebuah nomor orkestrasi dengan ambisi berlebihan. Sedangkan bagian yang paling saya suka adalah solo lembut khas Robin Finck pembuka jalan menuju teriakan Mr. Rose yang tak kalah ambisius dan hidangan penutup yang mengagumkan: solo-solo gitar dengan orkestrasi yang dramatis.

Catcher In The Rye. Salah satu yang patut diacungi jempol adalah penataan playlist di album ini. Setelah nomor-nomor yang mencekam, Mr. Rose menempatkan nomor yang paling cerah. Beberapa instrument terasa berlebihan, namun chorus “lalalala” itu penghargaan pada The Beatles. Kali ini Mr. Rose pada piano, sampai ia menutup lagu ini dengan penuh keringanan ala pop-rock 80-an yang menyenangkan.

Scraped. Saya pikir ini jadi nomor acapella rock yang rumit. Ternyata sebuah nomor rock yang menderu-deru. Penuh distorsi lebar, rendah, gagah, cepat, riff memburu Mr. Rose yang menyanyi penuh depresi.

Riad N’ The Bedouins.
Axl Rose masih melanjutkan teriak-teriakan depresifnya. Kali ini dialah yang memburu riff-riff berdistorsi lebar, rendah, agar berlari lebih cepat darinya. Solo Buckethead di akhir track cukup mengejutkan. Pecinta komposisi-komposisi gitar akan menyukai album ini yang memang penuh dengan riff dan solo-solo yang menakjubkan.

Sorry. Dengan efek yang meruang, vocal Axl yang stylish (mengingatkan saya pada Mick Jagger), paduan denting string gitar akustik dan electric riff lebar yang terdengar purba, solo gitar blues trippy dari Buckethead, mencekam seperti di sebuah upacara pemakaman tokoh gothic tak bernama. Perhatikan backing vocal rendah (juga siulan) yang membayang-bayangi raungan Axl bak angin petang di mulut gua. Emosional. Gelap. Psy. Track yang luar biasa. What a my best favorit.

I.R.S.
Ini track yang paling rock, paling dekat dengan GNR era tradisional mereka. Seolah Slash memainkan riff dan solonya sendiri. Seolah pula Axl bernyanyi bersama dalam jam-jam Appetite For Destruction. Yang kurang menyenangkan dari track ini adalah soundnya yang kurang mengigit. Mungkin Axl ingin membawa kesan 80-an, namun itu hanya mengurangi score sempurna track GNR ini. Yah, mestinya penggemar awal GNR mencintai track ini kecuali drum machine itu terlalu digitalistic.

Madagascar.
Kali ini Axl memasukkan segmen horns dalam nomor yang sedikit gelap dan mencekat ini. Sebuah nomor yang tidak terlalu menarik, terlebih lagi entah mengapa Axl memasukkan clip-clip pidato dari Martin Luther King di film Mississippi Burning, lalu Braveheart, Cacualities Of War. Skip.

This I Love.
Mr. Rose pada piano. Sebuah nomor operatic dengan vocal Axl yang lagi-lagi membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Bukankah ini sebuah album yang luar biasa? Kita mendapatkan perjalanan mendengarkan musik yang sungguh tiada tara. Nomor ini memang mengharukan. Namun ini belum berakhir, nomor berikut jauh lebih menggetarkan saya. Check!

Prostitute.
Seluruh bulu tubuh saya berdiri mendengar lagu ini. Bukan apa-apa, saya sungguh terharu menyadari betapa berharganya Axl Rose dan Guns N’ Roses kali ini. Track ini menunjukkan tingkat jeniusitas Axl Rose (dan para produser tentu saja) dalam menulis komposisi-komposisinya. Saya tak membayangkan ia berhasil menulis track Prostitute yang cantik ini. Musiknya mengadaptasi banyak hal, piano yang renyah, sampling drum yang relaxing, lalu ada hentakan emosional dibayangi orchestrasi, garukan gitar yang tak kalah dramatis, permainan dinamika yang lagi-lagi menggiurkan. Penutup album yang memorable. Ya..! bulu tubuh saya masih berdiri, saat lagu ini ditutup begitu chillin’ dan mature. Standing ovation for Axl Rose..!!

14 tracks! What a generous album. Mr. Rose bernyanyi dengan banyak karakter vokal. Dan hebatnya, semuanya terdengar solid. Saya boleh mencurigai 8 nama teknisi Protool di balik album ini. Tapi itu tak mudah terbuktikan. Solo-solo gitar di album ini tak habis-habis untuk dikagumi. Sedangkan komposisi orchestra dan synth bukan sekedar pemenuh udara, di beberapa track dialah yang mendrive lagu. Programming-programming dan asesori-asesori elektroniknya pengisi detail tak kalah sedap.

Jika saya menjadi teman saya, saya pasti sangat menyesal mencampakkan album hebat ini. Ya, ini album yang hebat. Sosok Axl Rose bukan lagi semacam anak nakal dunia rock n roll. Chinese Democracy membuktikan bahwa Axl Rose adalah sosok kreatif yang bekerja keras menyiapkan musiknya. Belasan tahun, belasan musisi, puluhan tenisi yang harus bergantian dalam barisan pendukung album ini tidak perlu dilihat sebagai kesia-siaan, melainkan sebuah pergulatan yang sangat dahsyat dalam proses penciptaan. Penantian itu sangat pantas.

Dalam suatu kesempatan, Slash mengumpat Axl Rose sebagai seorang diktator. Mungkin itu benar. Album ini adalah pernyataan kediktatorannya. Ia menginginkan perubahan besar, baik dalam sound, style, bentuk, dinamika. GNR tak kan kembali ke masa-masa Appetite atau Use Your Illusion, meski akar GNR tetap terdengar kental. Di tangan Axl hanya ada visi. Tak masalah baginya menscrap rekaman solo Brian May. Sebagaimana tak masalah membiarkan seluruh GNR meninggalkan dirinya. Maka Chinese Democracy adalah album dengan tingkat artistik yang tinggi, sound modern sophisticated, proses produksi yang canggih, nomor-nomor heroik, gempita, besar, glamour, menuntut skill level virtuoso tertinggi, yang bukan sekedar didengar sebagai teman penghancuran-penghancuran. Album ini layak diapresiasi sebagai album musik yang monumental.

Guns N' Roses - Chinese Democracy, 4.5 out of 5 based on 4 ratings

One Comment »

  • endang axl says:

    Yup. Axl Rose memang fenomenal, pribadi cerdas yg membingungkan tapi benar-benar sexy! Sampai detik ini tak ada vocalis Rock & Roll yg mampu di sandingkan sejajar dg Axl Rose. Kemampuan Vocalnya yg sungguh fantastic & gaya panggungnya yang super energic, sanggup memprovokasi dunia utk menjadi pribadi solid…Axl Rose the best frontman in the world!

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.