debu tebu Toelangan

Yes, I agree, it’s not Haiku. But, do you mind if it is Haiku?

Celoteh-celoteh Oom Ale

It’s about life, love and laugh of Oom Ale and family + friends.

Buku

Sometime I only read the back-cover or TOC, and that should be okay.

Musik

Some of the musics I listen. Please do not ask for free mp3.

Celoteh-celoteh Toelangan

A small thought from small place, Toelangan.

Home » Musik

Gorillaz – Plastic Beach

Submitted by leojuliawan on 26 June 2010 – 12:00 amNo Comment

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 4.5/5 (4 votes cast)

Artis: Gorillaz
Album: Plastic Beach
Jumlah Lagu: 16
Tahun Rilis: 2010

Inilah saat yang tepat bagi Damon Albarn menjadi diri sendiri sepenuhnya. Meski masih bersembunyi di balik karakter-karakter kartun coretan Jamie Hewlett: 2D, Murdoc dan Noodle yang kini menjelma cyborg, namun pecinta Gorillaz tahu apa yang dicari: musik..!! Plastic Beach pun bukan lagi proyek sampingan Mr. Albarn di luar Blur. Dengan menjadi satu-satunya produser, album ini adalah signature yang sangat personal dari Damon.

Jelas, album ini hanya untuk mereka yang bertelinga “trash bin”, yang menampung segala macam jenis musik, yang menganggap apa pun bunyian patut dinikmati. (Sgghh… saya tak cukup percaya diri untuk bersikap narsis dengan mengatakan bahwa album ini hanya untuk mereka yang berpandangan musik luas). Jika anda menyukai seri-seri album “Back To Mine” yang selalu menawarkan surprise yang menyenangkan, maka album Plastic Beach ini pilihan yang sungguh sayang untuk dilewatkan.

Orchestral Intro. Berlayar menuju Plastic Beach. Suara ombak virtual, jerit burung camar elektris dan orkestra yang menyedihkan, tentang pantai plastik yang suram. Jika anda cukup akrab dengan style Gorillaz, maka intro okestrasi ini membunyikan alarm bahwa Damon Albarn sedang menyiapkan kejutan-kejutan.

Welcome To The World Of The Plastic Beach. Selamat datang di dunia Plastic Beach. Host anda adalah si lazy snoopy eyes Snoop Dogg. Groove dan progresi rhytm nomor ini cool dan asyik. Vokal Dogg terdengar tak seperti biasanya. Entah mana dulu yang dikerjakan oleh Albarn: musik atau Dogg. Saya menduga musik baru digarap setelah Dogg bergumam semaunya di depan mic.

White Flag. Track yang penuh kejutan. Orkestrasi ala oriental arab yang cantik dan meliuk-liuk mengapit denyut-denyut musik electronik dihujani duet rap Bashy & Kano. Semacam pesta 1001 malam di sudut Brooklyn.

Rhinestone Eyes.
2D on the mic. Berpidato tentang permata palsu yang bersinar seperti lampu-lampu pabrik di kejauhan. Di atasnya pulsa-pulsa synth dan beat menyemburkan gelombang funky yang mengasyikkan. Nomor khas Gorillaz. My favorite!

Stylo.
Damn! Ini baru Gorillaz! Simak tiga nama kontributor vokal di track ini: 2D, rapper Mos Def dan jenderal soul kawakan: Bobby Womack. Di tengah lautan synth-funk yang dark, gerah dan menghipnotis, mereka saling bertukar pamflet. Mos Def tidak mengumbar rap, melainkan melantun suram. Sedangkan Bobby Womack menjawab sama gelisahnya. Membuat nomor ini terdengar mencekam, seru sekaligus keren! Yes, my top pick.

Superfast Jellyfish.
Mari bersenang-senang di pagi hari dengan menu sarapan “Superfast Jellyfish” yang menggelikan. Nomor dengan sense of humor yang kental, nada-nada catchy, dan tentu saja si “Feel Good Inc.” De La Soul strikes back.

Empire Ants. Awalnya gitar ringan, semacam blissfull ballad dengan drums machine yang relaxing. Lalu musik menikung tiba-tiba. Keyboard bermain benderang, diiringi beat disco ringan. Kita pun memasuki wilayah penuh cahaya dan awan ambientic bersama vokal Yukimi Nagano. Musik yang pantas untuk si cantik dari Little Dragon. What an amazing track.

Glitter Freeze. Nomor yang cukup menyiksa telinga dengan bunyi-bunyian elektronik bak sirene polisi yang tajam dan mengganggu. Selain trik memproduksi sirene itu, nomor ini tidak luar biasa. Tapi cukup ok untuk menghentak electro party. Mungkin semacam commercial break di pertengahan album.

Some Kind Of Nature. Yang patut diacungi jempol pada duet Gorillaz adalah begitu banyak musisi yang mau berkolaborasi bahkan rela memenuhi apa yang dipesan oleh Damon Albarn. Salah satunya si rocker Lou Reed ex Velvet Underground di nomor yang malas namun unik ini. Lou Reed dan keyboard Albarn seolah menciptakan style aneh. Seriang Superfast Jellyfish. Namun juga semalas Welcome to The World Of Plastic Beach.

On Melancholy Hill. Sulit untuk tidak jatuh cinta pada track yang menyenangkan ini. Ringan. Pop. Beat dan bass yang relaxing itu menghipnotis tubuh untuk bergerak-gerak begitu saja. Damon mengaduk sound elektrik yang berdenyut-denyut unik (it is genius!) dengan deting-denting sederhana dan chorus yang sedap. Really lovely song. Penyuka Head First-nya Goldfrapp silakan putar track ini.

Broken. Sepanjang track suara organ dan bass rendah berderu seperti angin petang. Damon bernyanyi putus asa. Ballad yang mencekam dari semacam gereja dingin yang telah ditinggal jemaatnya. Bagian yang tak boleh dilewati adalah petikan gitar yang mengiringi sick chorus “broken…”.

Sweepstakes.
The longest track in this album is too long to hear. Nomor paling sibuk, paling riuh. Progresi track ini cukup baik untuk mengurangi boring effect celoteh Mos Def. Sayangnya justru membuat musik terdengar terlalu sesak.

Plastic Beach. Saya pikir, nomor yang menjadi title album ini akan menjadi big release yang menggemparkan. Ternyata malah melanjutkan mood-mood resah dan gelap di nomor-nomor terdahulu. Namun yang paling mengejutkan, dan itu menyenangkan, adalah seolah progressive rock hidup lagi. Pembukaan gitar dari Mick Jones terdengar kuno, ditambah rintihan synth membuat bulu kuduk berdiri. Hantu-hantu progressive rock bangkit dari alam psychedelicnya. Yang agak “kurang ajar”, ketika Damon menyelipkan chorus electric doll.

To Binge.
Musik bermain dengan sense of humor, segera mengingatkan saya pada nomor-nomor canda Fatboy Slim, namun kehadiran vokal ambientic Yukimi Nagano membuat nomor ini menjadi salah satu track genius Damon Albarn. Begitu usai album Plastic Beach, saya tak dapat menahan diri untuk meng-enqueueing dua album Little Dragon: Little Dragon dan Machine Dreams dalam playlist saya. Dan benar, Yukimi bersama Gorillaz adalah fantastic..!!

Cloud Of Unknowing.
Kontemplasi gospel dari Bobby Womack yang membekukan rusuk. Orkestrasi Sinfonia ViVa yang tadi mengiringi perjalanan kita menuju resah Pantai Plastic, kini menerbangkan kita menuju puncak-puncak rintihan spiritual. Nomor yang mengesankan. Perjalanan album ini terasa luar biasa.

Pirate Jet. Trick komersial untuk menutup album. Fanatik Demon Days akan memaafkan Plastic Beach karena track singkat ini. Pilihannya jelas: album ini perlu diputar ulang.. dan ulang.. dan ulang.

Plastic Beach mungkin tidak sedahsyat Demon Days. Namun paling menunjukkan intensitas penjelajahan musik Damon Albarn yang penuh gairah. Orkestrasi sudah tidak terlalu mengejutkan. Mengutip irama-irama eksotik dari Timur juga tidak lagi mengherankan. Namun meramunya dalam satu album, berdampingan dengan vokal soul berat Bobby Womack, lantunan liris Yukimi Nagano, petikan gitar singkat yang mendirikan bulu roma dari ex anak-anak bengal The Clash, Mick Jones, juga barisan penceloteh hip-hop, termasuk nama destruktif, Snoop Dogg, menjadikan album ini semacam perjalanan musikalitas penuh semangat egosentris yang sesungguhnya ingin dimainkan selepas pesta-pesta musik. Ini sama sekali tidak buruk. Sebaliknya, kita semakin mecintai Damon Albarn.

Plastic Beach mungkin tidak seheboh Demon Days. Namun Damon Albarn membuktikan ia telah mampu melampauinya. Welcome to the world of Damon Albarn.

Gorillaz - Plastic Beach, 4.5 out of 5 based on 4 ratings

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.